Review Film
1. Mercury Rising
Sebuah kode kriptografi yang disebut "Mercury" diciptakan oleh Badan Keamanan Nasional dan diduga begitu rumit sehingga penciptanya percaya tidak ada komputer di Bumi bisa memahaminya. Awalnya ia diciptakan selama pemerintahan Reagan sebagai ujian untuk menjaga rahasia tertinggi Amerika Serikat prioritas tersembunyi. Suatu hari, National security agency atau NSA menerima pesan dari seorang anak autisme 9 tahun bernama Simon Lynch, yang menyebut nomor telepon yang ditulis dalam kode yang diam-diam diterbitkan di sebuah majalah teka-teki oleh Dean Crandell dan Leo Pedranski, untuk melihat apakah ada yang bisa memecahkannya. Crandell dan Pedranski kepala divisi, Letnan Kolonel Nicholas Kudrow melihat kemampuan anak itu untuk bisa memecahkan kode sebagai bahaya, dia mengirimkan pembunuh Peter Burrell untuk membunuh anak dan orang tuanya, Martin dan Jenny.
seorang anggota FBI bernama Art Jeffries
mendapat tugas untuk kasus pembunuhan sepasang suami istri dalam sebuah
keluarga. Namun bukan hanya itu saja, putra dari keluarga tersebut yaitu Simon
dinyatakan hilang. Dugaan langsung mengarah bahwa pembunuh dari keluarga
tersebut membawa pergi Simon.
Simon merupakan seorang anak autis
namun memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Namun pengalaman yang dimiliki Art
selama ini membuatnya tidak percaya begitu saja dengan dugaan tersebut.
Akhirnya Art menemukan Simon bersembunyi di loteng rumah. Penelitian yang
dilakukan oleh Art membuatnya menyadari ada konspirasi besar dibalik pembunuhan
keluarga tersebut dan Simon yang tengah diincar oleh sebuah kelompok. Art harus
mengerahkan seluruh kemampuannya untuk bisa melindungi Simon.
2. A Beautiful Mind
Seorang ahli matematika genius bernama
John Forbes Nash yang memiliki gangguan psikologis yaitu Skizofrenia. Gangguan
ini membuatnya sering berhalusinasi dan menciptakan tokoh-tokoh yang ternyata
hanya khayalannya saja. Charles Herman yang merupakan teman sekamarnya selama
di universitas, William Parcher yang dipercaya John sebagai agen pemerintah,
serta Marcee yang merupakan keponakan dari Charles Herman, mereka merupakan
tokoh dari halusinasi John. Keadaan ini membuatnya seringkali dibayangi
ketakutan dan juga membuatnya kesulitan berpikir secara rasional.
Pada tahun 1948 John merupakan mahasiswa
di Universitas ternama, Princeton University. John lebih memilih untuk
meninggalkan kelas dan belajar di luar kelas sendiri. Di saat kondisi John semakin
susah karena dia belum menemukan ide
untuk laporan disertasinya, di saat itulah John bertemu dengan Charles Herman.
Dengan hadirnya
Charles di kehidupan John, membuat kehidupan John menjadi lebih hidup. John
mempunyai teman untuk membicarakan keluh kesahnya dan semua beban yang
mengganjal di pikirannya.
Setelah John mendapat gelar doktornya dia
diminta untuk datang ke Pentagon untuk memecahkan sandi rahasia yang dikirimkan
tentara Sovyet. Kemudian John bertemu dengan agen rahasia William Parcher. Oleh
Parcher, John diberikan tugas untuk memecahkan sandi-sandi, sekaligus menjadi
mata-mata.
John menikah dengan Alicia Larde,
seorang mahasiswi di kelas John. Istri John mengetahui jika John mengidap Skizofrenia ketika ia dibawa oleh dr.
Rosen seorang ahli jiwa ke rumah sakit jiwa. Didukung oleh istrinya, ia
akhirnya mampu membedakan antara manusia nyata dan tokoh-tokoh yang hanya ada
dalam halusinasinya saja. Dan seiring berjalannya waktu, ia juga belajar untuk
menjalani hidup normal dengan mengabaikan keberadaan tokoh-tokoh yang ada dalam
halusinasinya. Pada akhirnya, John berhasil meraih penghargaan nobel pada tahun
1994.
3. The Imitation Game
Alan Turing merupakan seorang lulusan
Universitas Cambridge, sangat gemar dalam hal memecahkan kode-kode rahasia yang
telah ditekuninya sejak remaja. Di sekitar tahun 1941 ketika terjadi perang
dunia kedua, Alan Turing ikut bergabung kedalam misi rahasia yang diemban oleh
kerajaan Inggris.
Tugas rahasia ini yaitu memecahkan kode
dari mesin pesan Enigma milik Jerman. Mesin pesan ini memiliki kode yang sangat
rumit untuk dipecahkan, digunakan untuk mengirim pesan perintah tentara Nazi
Jerman yang menjadi musuh utama Britania Raya. Untuk menyelesaikan tugas
tersebut, akhirnya Alan Turing membuat mesin yang mampu memecah kode Enigma.
Selain rancangan mesin tersebut sangat rumit, Alan Turing juga membutuhkan dana
yang sangat besar yaitu 100 ribu poundsterling.
Alan Turing dicurigai sebagai mata-mata
Uni Soviet karena sikapnya yang berbeda dari teman-teman setimnya. Alan
cenderung ingin bekerja sendiri, enggan bergaul dan selalu merasa paling benar.
Tapi Alan justru mendapat dukungan kuat dari panglima jenderal Stewart Menzies dan
perdana menteri Inggris Sir Winston Churchill yang melihat ide-ide Alan memang
sangat brilian. Bahkan Alan ditunjuk sebagai ketua dalam tim pemecah kode di
Bletchley dan memiliki kewenangan untuk menentukan rencana kerja dalam timnya
tersebut.
4. The Davinci Code
Robert Langdon, seorang ahli simbol yang
bekerja di Harvard University. Suatu hari dia mendapat kabar pembunuhan
terhadap Jacques Sauniere, kurator Museum Lovren. Langdon diminta bantuan untuk
memecahkan kode yang dibuat Sauniere sebelum meninggal. Penunjukan Langdon
bukan tanpa sebab, dalam salah satu kode, Sauniere memberi tanda untuk mencari
Langdon. Karena polisi tidak tahu cara memecahkan kode, mereka meminta bantuan
Longdan untuk bekerja sama memecahkan misteri pembunuhan Sauniere dan kode yang
dia ciptakan.
Dalam proses mengungkapkan kode
Sauniere, Longdan bekerja sama dengan Sophie Neveu, seorang ahli bahasa kuno.
Penyelidikan mengarahkan pada penemuan-penemuan tak terduga. Ada juga hubungan
antara kode-kode tersebut dengan lukisan terkenal Monalisa karya Da Vinci.
Semakin jauh penyelidikan, ada dugaan Sauniere merupakan anggota suatu kelompok
yang sudah berdiri ratusan tahun silam.
Penulis
Faris Apriliano E F
11850112401




Komentar
Posting Komentar